Minggu, 03 Mei 2015

Keamanan Jaringan Komputer

Teknik Keamanan Jaringan Komputer

1.   Membatasi Akses ke Jaringan
A. Membuat Tingkatan Akses
Pembatasan-pembatasan dapat dilakukan sehingga memperkecil peluang penembusan oleh pemakai yang tak diotorisasi, misalnya :
1.      Pembatasan login.
2.      Pembatasan jumlah usaha login
3.      Tingkat akses yang diizinkan (read / write / execute / all)
B. Mekanisme Kendali Akses
Masalah identifikasi pemakai ketika login disebut otentifikasi pemakai (user authentication). Kebanyakan metode otentifikasi didasarkan pada  tiga cara, yaitu:
Sesuatu yang diketahui pemakai
2. Sesuatu yang dimiliki pemakai
3. Sesuatu mengenai (ciri) pemakai,


C. Waspada terhadap Rekayasa Sosial
D. Membedakan Sumber Daya Internal dan Eksternal
E. Sistem Otentikasi User.
Upaya untuk lebih mengamankan proteksi password, antara lain :
1.  Salting
2.  One Time Password
3.  Satu Daftar Panjang Pertanyaan dan Jawaban
4.  Tantangan Tanggapan (Chalenge Response).

2.   Melindungi Aset Organisasi
A.  Secara Adminsistratif / fisik
Rencana kemungkinan terhadap bencana
Program penyaringan calon pegawai system informasi
Program pelatihan user
Kebijakan akses network
B. Secara Teknis
1. Penerapan Firewall
Keuntungan Firewall :
Firewall merupakan fokus dari segala keputusan sekuritas. Hal ini disebabkan karena Firewall merupakan satu titik tempat keluar masuknya trafik internet pada suatu jaringan.
Firewall dapat menerapkan suatu kebijaksanaan sekuritas. Banyak sekali service-service yang digunakan di Internet. Tidak semua service tersebut aman digunakan, oleh karenanya Firewall dapat berfungsi sebagai penjaga untuk mengawasi service-service mana yang dapat digunakan untuk menuju dan meninggalkan suatu network.
Kelemahan Firewall :
Firewall tidak dapat melindungi network dari serangan koneksi yang tidak melewatinya (terdapat pintu lain menuju network tersebut).
Firewall tidak dapat melindungi dari serangan dengan metoda baru yang belum dikenal oleh Firewall.

C. Keamanan dalam Lapisan Transport
D. Keamanan dalam Lapisan Network

EVALUASI KEAMANAN SISTEM INFORMASI

SEBAB MASALAH  KEAMANAN HARUS SELALU DIMONITOR :

•Ditemukannya lubang keamanan (security hole) yang baru. Perangkat lunak dan perangkat keras biasanya sangat kompleks sehingga tidak mungkin untuk diuji seratus persen. Kadang-kadang ada lubang keamanan yang ditimbulkan oleh kecerobohan implementasi.

•Kesalahan konfigurasi. Kadang-kadang karena lalai atau alpa, konfigurasi sebuah sistem kurang benar sehingga menimbulkan lubang keamanan. Misalnya mode (permission atau kepemilikan) dari berkas yang menyimpan password (/etc/passwd di sistem UNIX) secara tidak sengaja diubah sehingga dapat diubah atau ditulis oleh orang-orang yang tidak berhak.

•Penambahan perangkat baru (hardware dan/atau software) yang menyebabkan menurunnya tingkat security atau berubahnya metoda untuk mengoperasikan sistem. Operator dan administrator harus belajar lagi. Dalam masa belajar ini banyak hal yang jauh dari sempurna, misalnya server atau software masih menggunakan konfigurasi awal dari vendor (dengan password yang sama).



SUMBER LUBANG KEAMANAN

1. Salah Disain (design flaw)

•Umumnya jarang terjadi. Akan tetapi apabila terjadi sangat sulit untuk diperbaiki. Akibat disain yang salah, maka biarpun dia diimplementasikan dengan baik, kelemahan dari sistem akan tetap ada.
Contoh :Lemah disainnya algoritma enkripsi ROT13 atau Caesar cipher, dimana karakter
digeser 13 huruf atau 3 huruf. Meskipun diimplementasikan dengan programming yang
sangat teliti, siapapun yang mengetahui algoritmanya dapat memecahkan enkripsi tersebut.
•    Kesalahan disain urutan nomor (sequence numbering) dari paket TCP/IP. Kesalahan ini
dapat dieksploitasi sehingga timbul masalah yang dikenal dengan nama “IP spoofing” (sebuah host memalsukan diri seolah-olah menjadi host lain dengan membuat paket palsu setelah engamati urutan paket dari host yang hendak diserang).

2. Implementasi kurang baik
•Banyak program yang diimplementasikan secara terburu-buru sehingga kurang cermat dalam pengkodean.
•Akibat tidak adanya cek atau testing implementasi suatu program yang baru dibuat.
Contoh: Tidak memperhatikan batas (“bound”) dari sebuah “array” tidak dicek sehingga terjadi yang disebut out-of-bound array atau buffer overflow yang dapat dieksploitasi (misalnya overwrite ke variable berikutnya).
•Kealpaan memfilter karakter-karakter yang aneh-aneh yang dimasukkan sebagai input dari sebuah program sehingga sang program dapat mengakses berkas atau informasi yang semestinya tidak boleh diakses.

3. Salah konfigurasi
Contoh : Berkas yang semestinya tidak dapat diubah oleh pemakai secara tidak sengaja menjadi
“writeable”. Apabila berkas tersebut merupakan berkas yang penting, seperti berkas yang
digunakan untuk menyimpan password, maka efeknya menjadi lubang keamanan. Kadangkala sebuah komputer dijual dengan konfigurasi yang sangat lemah.
•    Adanya program yang secara tidak sengaja diset menjadi “setuid root” sehingga ketika
dijalankan pemakai memiliki akses seperti super user (root) yang dapat melakukan apa saja.

4. Salah menggunakan program atau sistem
Contoh : Kesalahan menggunakan program yang dijalankan dengan menggunakan account root (super user) dapat berakibat fatal.



PENGUJI KEAMANAN SISTEM

Untuk memudahkan administrator dari sistem informasi membutuhkan “automated tools”, perangkat
pembantu otomatis, yang dapat membantu menguji atau meng-evaluasi keamanan sistem yang dikelola.

Contoh Tools Terintegrasi:
Cops = UNIX
Tripwire = UNIX
Satan/Saint = UNIX
SBScan: localhost security scanner = UNIX
Ballista <http://www.secnet.com>
Windows NT

PROBING SERVICES

•Defenisi Probing : “probe” (meraba) servis apa saja yang tersedia. Program ini juga dapat digunakan oleh  kriminal untuk melihat servis apa saja yang tersedia di sistem yang akan diserang dan berdasarkan data-data yang diperoleh dapat melancarkan serangan.


•Servis di Internet umumnya dilakukan dengan menggunakan protokol TCP atau UDP. Setiap servis dijalankan dengan menggunakan port yang berbeda, misalnya:
o SMTP, untuk mengirim dan menerima e-mail, TCP, port 25
o POP3, untuk mengambil e-mail, TCP, port 110

•Pemilihan servis apa saja tergantung kepada kebutuhan dan tingkat keamanan yang diinginkan. Sayangnya seringkali sistem yang dibeli atau dirakit menjalankan beberapa servis utama sebagai “default”. Kadang-kadang beberapa servis harus dimatikan karena ada kemungkinan dapat dieksploitasi oleh cracker. Untuk itu ada beberapa program yang dapat digunakan untuk melakukan

•Untuk beberapa servis yang berbasis TCP/IP, proses probe dapat dilakukan dengan menggunakan program telnet. Misalnya untuk melihat apakah ada servis e-mail dengan menggunakan SMTP digunakan telnet ke port 25 dan port 110.

Program yang memonitor adanya probing ke system :

Probing biasanya meninggalkan jejak di berkas log di system anda. Dengan mengamati entry di dalam berkas log dapat diketahui adanya probing. Selain itu, ada juga program untuk memonitor probe seperti paket program courtney, portsentry dan tcplogd.

PENGGUNAAN PROGRAM PENYERANG

•Untuk mengetahui kelemahan sistem informasi adalah dengan menyerang diri sendiri dengan paket-paket program penyerang (attack) yang dapat diperoleh di Internet.

•Selain program penyerang yang sifatnya agresif melumpuhkan sistem yang dituju, ada juga program penyerang yang sifatnya melakukan pencurian atau penyadapan data.

•Untuk penyadapan data, biasanya dikenal dengan istilah “sniffer”. Meskipun data tidak dicuri secara fisik (dalam artian menjadi hilang), sniffer ini sangat berbahaya karena dia dapat digunakan untuk menyadap password dan informasi yang sensitif. Ini merupakan serangan terhadap aspek privacy.

• Contoh program penyadap (sniffer) antara lain:
o pcapture (Unix)
o sniffit (Unix)
o tcpdump (Unix)
o WebXRay (Windows)


PENGGUNAAN SISTEM PEMANTAU JARINGAN

•Sistem pemantau jaringan (network monitoring) dapat digunakan untuk mengetahui adanya lubang keamaman.
•Misalnya apabila anda memiliki sebuah server yang semetinya hanya dapat diakses oleh orang
dari dalam, akan tetapi dari pemantau jaringan dapat terlihat bahwa ada yang mencoba mengakses
melalui tempat lain. Selain itu dengan pemantau jaringan dapat juga dilihat usaha-usaha untuk melumpuhkan sistem dengan melalui denial of service attack (DoS) dengan mengirimkan packet yang jumlahnya berlebihan.
•Network monitoring biasanya dilakukan dengan menggunakan protokol SNMP (Simple Network
Management Protocol).

Program network monitoring / management :
•    Etherboy (Windows), Etherman (Unix)
•    HP Openview (Windows)
•    Packetboy (Windows), Packetman (Unix)
•    SNMP Collector (Windows)
•    Webboy (Windows)

Program pemantau jaringan yang tidak menggunakan SNMP :
•iplog, icmplog, updlog, yang merupakan bagian dari paket iplog untuk memantau paket IP, ICMP, UDP.
•iptraf, sudah termasuk dalam paket Linux Debian netdiag
•netwatch, sudah termasuk dalam paket Linux Debian netdiag
•ntop, memantau jaringan seperti program top yang memantau proses di sistem Unix
•trafshow, menunjukkan traffic antar hosts dalam bentuk text-mode

Keamanan Database

Keamanan merupakan suatu proteksi terhadap pengrusakan data dan pemakaian data oleh pemakai yang tidak punya kewenangan.

Penyalahgunaan Database :
1. Tidak disengaja, jenisnya :
a. kerusakan selama proses transaksi
b. anomali yang disebabkan oleh akses database yang konkuren
c. anomali yang disebabkan oleh pendistribuasian data pada beberapa komputer
d. logika error yang mengancam kemampuan transaksi untuk mempertahankan konsistensi database.
2. Disengaja, jenisnya :
a. Pengambilan data / pembacaan data oleh pihak yang tidak berwenang.
b. Pengubahan data oleh pihak yang tidak berwenang.
c. Penghapusan data oleh pihak yang tidak berwenang.

Tingkatan Pada Keamanan Database :
1. Fisikal = lokasi-lokasi dimana terdapat sistem komputer haruslah aman secara fisik terhadap serangan perusak.
2. Manusia = wewenang pemakai harus dilakukan dengan berhati-hati untuk mengurangi kemungkinan adanya manipulasi oleh pemakai yang berwenang
3. Sistem Operasi = Kelemahan pada SO ini memungkinkan pengaksesan data oleh pihak tak berwenang, karena hampir seluruh jaringan sistem database menggunakan akses jarak jauh.
4. Sistem Database = Pengaturan hak pemakai yang  baik. 

Keamanan Data :
1. Otorisasi :
• Pemberian Wewenang atau hak istimewa (priviledge) untuk mengakses sistem atau obyek database
• Kendali otorisasi (kontrol akses) dapat dibangun pada perangkat lunak dengan 2 fungsi :
- Mengendalikan sistem atau obyek yang dapat diakses
- Mengendalikan bagaimana pengguna menggunakannya
• Sistem administrasi yang bertanggungjawab untuk memberikan hak akses dengan membuat account pengguna.

2. Tabel View :
• Merupakan metode pembatasan bagi pengguna untuk mendapatkan model database yang sesuai dengan kebutuhan perorangan. Metode ini dapat menyembunyikan data yang tidak digunakan atau tidak perlu dilihat oleh pengguna.

3. Backup Data dan Recovery :

Backup : proses secara periodik untuk membuat duplikat dari database dan melakukan logging file atau program ke media penyimpanan eksternal.
Jurnaling : proses menyimpan dan mengatur log file dari semua perubahan yang dibuat di database untuk proses recovery yang efektif jika terjadi kesalahan.
Isi Jurnal:
• Record transaksi
1. Identifikasi dari record
2. Tipe record jurnal (transaksi start, insert, update, delete, abort, commit)
3. Item data sebelum perubahan (operasi update dan delete)
4. Item data setelah perubahan (operasi insert dan update)
5. Informasi manajemen jurnal (misal : pointer sebelum dan record jurnal selanjutnya untuk semua transaksi
• Record checkpoint : suatu informasi pada jurnal untuk memulihkan database dari kegagalan, kalau sekedar redo, akan sulit penyimpanan sejauh mana jurnal untuk mencarinya kembali, maka untuk membatasi pencarian menggunakan teknik ini.

Recovery : merupakan upaya uantuk mengembalikan basis data ke keadaaan yang dianggap benar setelah terjadinya suatu kegagalan.

Tiga Jenis Pemulihan :
1. Pemulihan terhadap kegagalan transaksi : Kesatuan prosedur alam program yang dapat mengubah / memperbarui data pada sejumlah tabel.
2. Pemulihan terhadap kegagalan media : Pemulihan karena kegagalan media dengan cara mengambil atau memuat kembali salinan basis data (backup)
3. Pemulihan terhadap kegagalan sistem : Karena gangguan sistem, hang, listrik terputus alirannya.

4. Kesatuan Data dan Enkripsi :

• Enkripsi : keamanan data
• Integritas : metode pemeriksaan dan validasi data (integrity constrain method), yaitu berisi aturan-aturan atau batasan-batasan untuk tujuan terlaksananya integritas data.
• Konkuren : mekanisme untuk menjamin bahwa transaksi yang konkuren pada database multi user tidak saling menganggu operasinya masing-masing. Adanya penjadwalan proses yang akurat (time stamping).

Minggu, 19 April 2015

Pengantar Web Science 2

Nama : Yunadie Ahsan
Kelas  : 3IA22
NPM  :  57412953

1. Aspek Hukum dan Keamanan Internet
Aspek hukum internet :
1. Aspek hak milik intelektual. Yaitu yang memberikan perlindungan hukum bagi pembuat karya. Contohnya : Hak Cipta dan Hak Paten.
2. Yurisdiksi hukum dan aspek-aspek terkait. Komponen ini menganalisa dan menentukan keberlakuan hukum yang berlaku dan diterapkan di dalam dunia maya itu.
3. Landasan penggunaan internet sebagai sarana untuk melakukan kebebasan berpendapat yang berhubungan dengan tanggung jawab pihak yang menyampaikan, aspek accountability, tangung jawab dalam memberikan jasa online dan penyedia jasa internet (internet provider), serta tanggung jawab hukum bagi penyedia jasa pendidikan melalui jaringan internet.
4. Aspek kerahasiaan yang dijamin oleh ketentuan hukum yang berlaku di masing-masing yurisdiksi negara asal dari pihak yang mempergunakan atau memanfaatkan dunia maya sebagai bagian dari sistem atau mekanisme jasa yang mereka lakukan.
5. Aspek hukum yang menjamin keamanan dari setiap pengguna dari internet.
6. Ketentuan hukum yang memformulasikan aspek kepemilikan didalam internet sebagai bagian dari pada nilai investasi yang dapat dihitung sesuai dengan prinisip-prinsip keuangan atau akuntansi.
7. Aspek hukum yang memberikan legalisasi atas internet sebagai bagian dari perdagangan atau bisnis usaha.

Aspek keamanan internet :

1. Aspek Teknis, dipandang dari internet yang adalah gabungan dari perangkat keras dan perangkat lunak teknologi informasi.
2. Aspek Bisnis dipandang dari segi bagaimana cara menjaga keamanan data-data dalam sistem komputer kita.
3. Aspek Sosial dipandang dari segi penggunanya seringkali ceroboh dalam mengguna sistem sehingga memungkinkan adanya kerawanan sistem.

2. Arsitektur Web
Suatu pendekatan terhadap desain dan perencanaan situs yang, seperti arsitektur itu sendiri, melibatkan teknis, kriteria estetis dan fungsional. Seperti dalam arsitektur tradisional, fokusnya adalah benar pada pengguna dan kebutuhan pengguna. Hal ini memerlukan perhatian khusus pada konten web, rencana bisnis, kegunaan, desain interaksi, informasi dan desain arsitektur web. Untuk optimasi mesin pencari yang efektif perlu memiliki apresiasi tentang bagaimana sebuah situs Web terkait dengan World Wide Web.

3.      Cara membuat web
Dalam tutorial kali ini perangkat yang dibutuhkan antara lain:
• Notepad, atau anda bisa mencoba notepad ++ yang mana dalam program ini tersedia fitur yang lebih baik ketimbang notepad bawaan windows.
• Browser sebagai program penampil halaman web. Jika anda pengguna windows, biasanya browser IE(Internet Explorer) akan terinstall otomatis. Anda juga bisa menggunakan browser dari google, yaitu Chrome.
yang pertama, buka program notepad dari komputer anda dengan cara:
• Mengeklik tombol windows
• Setelah itu klik tulisan All Program
• Maka akan muncul berbagai folder dan pilih folder yang bernama Accessories
• Klik folder Accessories, setelah muncul berbagai program dalam folder tersebut, klik program notepad.
Untuk lebih jelasnya silahkan perhatikan gambar dibawah ini.
Pada gambar diatas terdapat dua blok, blok pertama yang bewarna hijau adalah tempat tombol Windows, dan yang kedua blok yang bewarna merah muda adalah tempat program Notepad.
Setelah program Notepad terbuka, silahkan ketikkan skrip dibawah ini atau jika ingin cepat anda bisa langsung mengkopi dan mempaste di notepad anda.


Setelah anda mengetik skrip diatas silahkan anda save dengan cara klik file dan save, ketika muncul halaman save ketikkan nama file ELEMEN DALAM LAYOUT HALAMAN WEB.html atau terserah anda, yang terpenting adalah nama file diakhiri .html.
Setelah itu lihat kolom dibawah file name, disitu terdapat kolom Save as Type dan pilih All Files. Langkah selanjutnya tinggal klik tombol Save. Untuk lebih jelas silahkan lihat gambar dibawah ini.

Pada gambar diatas terdapat area yang diblok dengan warna hijau, diarea tersebut terdapat tulisan save, dengan mengeklik tulisan ini maka akan muncul halaman Save seperti gambar dibawah ini:
Perhatikan gambar diatas, terdapat dua area yang diblok. Pada area yang diblok dengan warna hijau adalah tempat untuk memberi nama file dan pastikan nama file berakhiran .html. sedangkan area yang diblok bewarna merah muda adalah dropdown untuk memilih jenis file yang akan disimpan, pastikan pilihan berisi All files.
Setelah file html terbentuk dan tersimpan (dalam tutorial ini file disimpan dalam folder yang bernama “new folder”) maka buka file tersebut dengan cara mengeklik dua kali, setelah itu akan ada browser yang menampilkan halaman web yang telah kita buat. Halaman web tersebut akan terlihat seperti gambar dibawah ini:
Pada gambar diatas terdapat dua area yang diblok, yang diblok dengan warna hijau adalah letak tulisan yang di ketik dalamTag Title sedangkan yang bewarna merah muda adalah letak tulisan yang diketik didalam Tag Body.



SUMBER :
http://vincentwinardi.blogspot.com/2013/03/aspek-keamanan-internet.html
http://rakhapermanasblog.blogspot.com/2013/05/aspek-hukum-dan-etika-internet.html
http://www.nyekrip.com/cara-membuat-halaman-web-sederhana/






Kemanan Sistem

Keamanan pada sistem operasi merupakan kebutuhan yang sangat utama dan penting, bayangkan jika sebuah system operasi tidak dilengkapi dengan keamanan yang mumpuni,maka system operasi yang ada pada computer tersebut akan selalu mendapat serangan dari virus, spam, worm, dan lain-lain.
Pengamanan termasuk masalah teknis, manajerial, legalitas dan politis. Keamanan sistem terbagi menjadi 3, yaitu:
1. Keamanan eksternal, berkaitan dengan pengamanan fasilitas computer dari penyusup, bencana alam, dll.
2. Keamanan interface pemakai, berkaitan dengan identifikasi pemakai sebelum mengakses program dan data.
3. Keamanan internal, berkaitan dengan pengaman beragam kendali yang dibangun pada perangkat keras dan sistem operasi untuk menjaga integritas program dan data.

Pada keamanan, terdapat 2 masalah penting, yaitu:
1. Kehilangan data dapat disebabkan oleh:
• Bencana: kebakaran, banjir, gempa bumi, perang, kerusuhan, dll.
• Kesalahan perangkat keras: tidak berfungsinya pemroses, disk/tape tidak terbaca, kesalahan program.
• Kesalahan manusia: kesalahan memasukkan data, eksekusi program yang salah.
2. Penyusup, terdiri dari:
• Penyusup pasif, yaitu yang membaca data yang tidak diotorisasi.
• Penyusup aktif, yaitu mengubah data yang tidak otorisasi.

Keamanan system operasi dapat kita dapatkan dengan menggunakan protocol user, proaktif password, firewall, enkripsi yang mendukung, logging, mendeteksi penyusup, dan keamanan system file. User Datagram Protocol  salah satu protokol lapisan transpor TCP/IP yang mendukung komunikasi yang tidak andal (unreliable), tanpa koneksi (connectionless) antara host-host dalam jaringan yang menggunakan TCP/IP. Protokol ini didefinisikan dalam RFC 768.

Karakteristik User datagram protocol memiliki beberapa karakteristik, yaitu :
•         Connectionless (tanpa koneksi): Pesan-pesan UDP akan dikirimkan tanpa harus dilakukan proses negosiasi koneksi antara dua host yang hendak berukar informasi.
•         Unreliable (tidak andal): Pesan-pesan UDP akan dikirimkan sebagai datagram tanpa adanya nomor urut atau pesan acknowledgment. Protokol lapisan aplikasi yang berjalan di atas UDP harus melakukan pemulihan terhadap pesan-pesan yang hilang selama transmisi. Umumnya, protokol lapisan aplikasi yang berjalan di atas UDP mengimplementasikan layanan keandalan mereka masing-masing, atau mengirim pesan secara periodik atau dengan menggunakan waktu yang telah didefinisikan.
•         UDP menyediakan mekanisme untuk mengirim pesan-pesan ke sebuah protokol lapisan aplikasi atau proses tertentu di dalam sebuah host dalam jaringan yang menggunakan TCP/IP. Header UDP berisi field Source Process Identification dan Destination Process Identification.
•         UDP menyediakan penghitungan checksum berukuran 16-bit terhadap keseluruhan pesan UDP.

Penggunaan UDP UDP juga sering digunakan untuk melakukan tugas-tugas seperti berikut :
•         Protokol yang "ringan" (lightweight): Untuk menghemat sumber daya memori dan prosesor, beberapa protokol lapisan aplikasi membutuhkan penggunaan protokol yang ringan yang dapat melakukan fungsi-fungsi spesifik dengan saling bertukar pesan. Contoh dari protokol yang ringan adalah fungsi query nama dalam protokol lapisan aplikasi Domain Name System.
•         Protokol lapisan aplikasi yang mengimplementasikan layanan keandalan: Jika protokol lapisan aplikasi menyediakan layanan transfer data yang andal, maka kebutuhan terhadap keandalan yang ditawarkan oleh TCP pun menjadi tidak ada. Contoh dari protokol seperti ini adalah Trivial File Transfer Protocol (TFTP) dan Network File System (NFS).
•         Protokol yang tidak membutuhkan keandalan. Contoh protokol ini adalah protokol Routing Information Protocol (RIP).
•         Transmisi broadcast: Karena UDP merupakan protokol yang tidak perlu membuat koneksi terlebih dahulu dengan sebuah host tertentu, maka transmisi broadcast pun dimungkinkan.

Sebuah protokol lapisan aplikasi dapat mengirimkan paket data ke beberapa tujuan dengan menggunakan alamat multicast atau broadcast. Hal ini kontras dengan protokol TCP yang hanya dapat mengirimkan transmisi one-to-one. Contoh: query nama dalam protokol NetBIOS Name Service.

Ancaman-ancaman canggih terhadap sistem computer adalah program yangmengeksploitasi kelemahan sistem komputer. Ancaman-ancaman tersebut dapat dibagi menjadi 2 kategori, yaitu:
1. Program-program yang memerlukan program inang (host program)
2. Program-program yang tidak memerlukan program inang. Program sendiri yang dapat dijadwalkan dan dijalnkan oleh sistem operasi.

Program-program yang memerlukan inang, antara lain.
1. Logic Bomb, yaitu logic yang ditempelkan pada program computer agar memerikasa suatu kumpulan kondisi di sistem. Ketika kondisi-kondisi terpenuhi, logic mengeksekusi suatu fungsi yang menghasilkan aksi-aksi tak terotorisasi.
2. Trapdoor, yaitu titik masuk tak terdokumentasi rahasia di suatu program untuk memberikan akses tanpa metode-metode otenfikasi normal.
3. Trojan Horse, yaitu rutin tak terdokumentasi rahasia ditempelkan salam satu program berguna ini biasanya berupa replica atau duplikat virus. Trojan dimasukkan sebagai virus karena sifat program yang tidak diinginkan dan bekerja dengan sendirinya pada sebuah computer. Sifat Trojan adalah mengkontrol computer secara otomatis.
4. Virus, yaitu kode yang ditempelkan dalam satu program yang menyebabkan pengkopian dirinya disisipkan ke satu program lain atau lebih. Program menginfeksi program-program lain dengan memodifikasi program-program tersebut. Modifikasi itu termasuk memasukkan kopian program virus yang kemudian dapat menginfeksi program-program lain.

Sedangkan yang termasuk program-program yang tidak memerlukan inang atau independent adalah:
1. Bacteria, yaitu program yang mengkonsumsi sumber daya sistem dengan mereplikasi dirinya sendiri. Bacteria tidak secara eksplisit merusak file, bacteria bereproduksi secara eksponensial, mengakibatkan penolakan pengaksesan pemakai ke sumber daya.

2. Worm, yaitu program yang dapat mereplikasi dirinya dan mengirim kopian-kopian dari computer ke computer lewat hubungan jaringan. Network worm menggunakan jaringan untuk menyebarkan dari sistem ke sistem lain. Sekali aktif di suatu sistem, network worm dapat berlaku seperti virus, bacteria atau Trojan horse atau melakukan sejumlah aksi menjengkelkan.

Keamanan Jaringan

Keamanan jaringan dalam jaringan komputer sangat penting dilakukan untuk memonitor akses jaringan dan mencegah penyalahgunaan sumber daya jaringan yang tidak sah. Tugas keamanan jaringan dikontrol oleh administrator jaringan.

Segi-segi keamanan didefinisikan dari kelima point ini.
a. Confidentiality Mensyaratkan bahwa informasi (data) hanya bisa diakses oleh pihak yang memiliki wewenang.
b. Integrity Mensyaratkan bahwa informasi hanya dapat diubah oleh pihak yang memiliki wewenang.
c. Availability Mensyaratkan bahwa informasi tersedia untuk pihak yang memiliki wewenang ketika dibutuhkan.
d. Authentication Mensyaratkan bahwa pengirim suatu informasi dapat diidentifikasi dengan benar dan ada jaminan bahwa identitas yang didapat tidak palsu. e. Nonrepudiation Mensyaratkan bahwa baik pengirim maupun penerima informasi tidak dapat menyangkal pengiriman dan penerimaan pesan.

Serangan (gangguan) terhadap keamanan dapat dikategorikan dalam empat kategori utama :
a. Interruption Suatu aset dari suatu sistem diserang sehingga menjadi tidak tersedia atau tidak dapat dipakai oleh yang berwenang. Contohnya adalah perusakan/modifikasi terhadap piranti keras atau saluran jaringan.
b. Interception Suatu pihak yang tidak berwenang mendapatkan akses pada suatu aset. Pihak yang dimaksud bisa berupa orang, program, atau sistem yang lain. Contohnya adalah penyadapan terhadap data dalam suatu jaringan.
c. Modification Suatu pihak yang tidak berwenang dapat melakukan perubahan terhadap suatu aset. Contohnya adalah perubahan nilai pada file data, modifikasi program sehingga berjalan dengan tidak semestinya, dan modifikasi pesan yang sedang ditransmisikan dalam jaringan.
d. Fabrication Suatu pihak yang tidak berwenang menyisipkan objek palsu ke dalam sistem. Contohnya adalah pengiriman pesan palsu kepada orang lain.

Q & A:
Bagaimana cara menghindari phreaking?
Phreaking itu seperti netcut, cara menghindarinya dengan menggunakan software anti netcut atau merubah IP dari komputer/laptop tersebut.

Apa definisi dari wiretapping dan contohnya?
Wiretapping adalah istilah penyadapan saluran komunikasi khususnya jalur yang menggunakan kabel, penyadapan telpon, listrik atau internet.

Sabtu, 11 April 2015

Resume Prinsip kemanan komputer

Keamanan sistem komputer adalah untuk menjamin sumber daya sistem tidak digunakan / dimodifikasi, diinterupsi dan diganggu oleh orang yang tidak diotorisasi. Pengamanan termasuk masalah teknis, manajerial, legalitas dan politis.

3 macam keamanan sistem, yaitu :
1. Keamanan eksternal / external security
Berkaitan dengan pengamanan fasilitas komputer dari penyusup dan bencana seperti kebakaran /kebanjiran.
2. Keamanan interface pemakai / user interface security
Berkaitan dengan indentifikasi pemakai sebelum pemakai diijinkan mengakses program dan data yang disimpan
3. Keamanan internal / internal security
Berkaitan dengan pengamanan beragam kendali yang dibangun pada perangkat keras dan sistem operasi yang menjamin operasi yang handal dan tak terkorupsi untuk menjaga integritas program dan data.

3 aspek kebutuhan keamanan sistem komputer, yaitu :
1. Kerahasiaan / secrecy, diantaranya privasi
Keterjaminan bahwa informasi di sistem komputer hanya dapat diakses oleh pihak-pihak yang terotorisasi dan modifikasi tetap menjaga konsistensi dan keutuhan data di sistem
2. Integritas / integrity
Keterjaminan bahwa sumber daya sistem komputer hanya dapat dimodifikasi oleh pihak-pihak yang terotorisasi
3. Ketersediaan / availability
Keterjaminan bahwa sumber daya sistem komputer tersedia bagi pihak-pihak yang diotorisasi saat diperlukan.

Soal-soal :
1. Mengapa terkadang email yang masuk diklasifikasikan sebagai spam ?
Mungkin di dalam email tersebut terdapat link dan mungkin juga email tersebut di kirim ke lebih satu alamat email.

2. Mengapa kemanan komputer itu penting ?
Jika adanya kemanan komputer hal-hal yang tidak diinginkan tidak akan terjadi. Contohnya : pencurian data, pengaksesan secara ilegal, penghancuran data